Kamis, 18 Juni 2009



[Review Film] Night at the Museum: Battle of the Smithsonian

27 Mei 2009 oleh casrudi

Night at the Museum-Battle of the SmithsonianSudah nonton film yang berjudul Night at the Museum: Battle of the Smithsonian? Jika belum saya coba share setelah kemarin malam saya menontonnya.

Night at the Museum: Battle of the Smithsonian 2009 adalah film komedi bergaya Amerika dan merupakan kelanjutan dari Night at the Museum yang pertama. Film ini dibintangi Ben Stiller, Robin Williams, Amy Adams, dan Owen Wilson. Di Indonesia mulai direlease tanggal 22 Mei 2009.

Kocak, itu kata paling tepat untuk menggambarkan kisah film yang bergenre komedi ini. Buat hiburan penghilang penat lumayan bisa diandalkan. Sejak awal film ini menyuguhkan adegan-adegan yang jauh dari realita, seperti dua manusia mini, si koboi Jedediah Smith (Owen Wilson) dan Octavius (Teve Coogan).

Ide film ini mejelaskan apa yang akan terjadi apabila benda-benda yang ada di dalam museum itu hidup. Berawal dari semua koleksi Museum of National History di New York (yang kita lihat di film pertama) akan dipindahkan ke Museum Smithsonian di Washington. Masalahnya, tablet yang menyebabkan benda-benda museum itu bisa hidup ikut terbawa ke Washington. Pada akhirnya seluruh isi Museum Smithsonian menjadi hidup. Museum Smithsonian di Washington dihuni oleh benda-benda bersejarah seperti rangka Dinosourus, patung Teddy Roosevelt presiden ke-26 AS beserta kudanya, patung Napoleon Bonaparte, Al Capone’s, Kaisar China, sampai patung-patung tentara romawi jaman dahulu.

Dialog Larry Daley & Napoleon Bonaparte

Di tengah cerita terjadi kegaduhan antar penghuni museum yang dihidupkan oleh batu ajaib (tablet). Pembawaan sifat asli masing-masing karakter semasa hidupnya tidak ada yang berubah. Seperti Kahmunrah (Hank Azaria) tetap dengan kecongkakannya. Kahmunrah digambarkan sebaga Firaun jahat yang mencoba merebut tablet yang bisa membuka pintu neraka yang ada di Museum tersebut. Dia bersekutu dengan Napoleon, Al Capone’s, dan Kaisar China untuk dapat merebut tablet dari tangan Larry Daley (Ben Stiller). Bersama gengnya Kahmunrah bertindak tidak ramah terhadap sesama penghuni museum. Sikap ini memaksa Ben Stiller bersusah payah mencari rahasia kombinasi tablet untuk menyelamatkan Jedediah Smith, si koboi mini yang ditawan oleh Kahmunrah. Catatan untuk Kahmurah, walaupun dia didaulat untuk bertampang sangar, khas raja Fir’aun yang bertampang bengis, di beberapa momen diselipkan dialog dan mimik muka khas banci. Adegan ini sungguh memancing tawa penonton.

Hampir seluruh adegan menampilkan kisah perdebatan seru dan lucu antara Larry Daley melawan Kahmunrah si Firaun jahat beserta gengnya. Adegan lucu lainnya saat Ben Stiller terpaksa masuk ke dalam lukisan yang bernuansa tahun 1945 untuk melarikan diri dari kejaran tentara Firaun, dimana disana Ben Stiller tidak sengaja meninggalkan handphonenya yang akhirnya ditemukan oleh salah seorang pelaut yang bernama Joey Motorola. Selain itu patung presiden terbesar Abraham Lincoln yang sedang duduk di depan kolam Nasional Park tak kalah seru membantu perjuangan Ben Stiller.

Ben Stiller as Larry Daley

Disela keributan dan komedi lucu, diselipkan beberapa adegan romantis diiringi cupid-cupid nakal pengganggu antara Ben Stiller dengan Emilia Earhart (Amy Adams). Emilia Earhart adalah seorang penerbang wanita yang menghilang secara misterius di tahun 1937 saat akan melakukan penerbangan melintasi samudera atlantik. Sampai saat ini, tak ada yang tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada Emilia. Dia lenyap bagaikan ditelan bumi. Muncul di film ini sebagai partner Larry Daley yang berstatus sebagai penjaga museum dan mengalami petualangan semalam yang menakjubkan.

Ami Adams as Emilia Eanheart

Film ini masih memiliki cita rasa yang sama dengan kisah sebelumnya, itu artinya bersiaplah terbahak-bahak melihat aksi komedi slapstick Ben Stiller lengkap dengan parodi-parodi konyol yang tadinya tidak ada pada Night at the Museum. Untuk masalah akting, semua pemain bisa membawa suasana dan menunjukkan mimik yang sangat pas dengan dialog. Apalagi film ini memiliki genre komedi, sehingga para pemerannya harus bisa berakting sambil tetap melucu.

Selamat menonton…

Wassalam….

Rabu, 17 Juni 2009

'TERMINATOR SALVATION', Saat Robot Ingin Menguasai Dunia


Kamis, 28 Mei 2009 09:13
KapanLagi.com - Pemain: James Cameron, Gale Anne Hurd, Christian Bale, Sam Worthington, Anton Yelchin, Bryce Dallas Howard, Moon Bloodgood, Common, Helena Bonham Carter

Oleh: Fatchur Rochim

John Connor (Christian Bale) adalah manusia yang ditakdirkan untuk memimpin sisa-sisa manusia yang memberontak terhadap Skynet dan pasukan Terminator-nya. John bersama para kaum Resistance kemudian merencanakan untuk menghancurkan Skynet dalam usaha mengembalikan manusia sebagai pemimpin di muka bumi.

TERMINATOR SALVATION

Dalam persiapan penghancuran Skynet inilah kemudian muncul seorang pria bernama Marcus Wright. Marcus kehilangan ingatannya dan tak tahu dari mana ia berasal. Yang ada dalam ingatannya hanyalah saat dirinya berada dalam eksekusi. Sebenarnya Marcus adalah manusia yang telah diubah menjadi robot setelah ia sendiri dieksekusi satu tahun sebelumnya.

Di saat yang hampir bersamaan dengan rencana kaum Resistance untuk meruntuhkan Skynet, para robot ternyata juga punya rencana untuk membunuh para pemimpin Resistance. Nama John Connor ada dalam daftar Skynet namun John tak mengerti kenapa nama Kyle Reese (Anton Yelchin) juga ada dalam daftar eksekusi tersebut. Menurut John, Kyle terlalu muda untuk dianggap sebagai ancaman buat Skynet.

TERMINATOR SALVATION

Hanya gara-gara Christian Bale menolak peran utama dan bersikeras hanya mau memerankan karakter John Connor maka naskah film yang sudah jadi terpaksa harus disusun ulang. Untungnya kerja keras ini tak terlalu buruk karena tak terlihat kesan bahwa Bale hanya sekedar 'tempelan' dalam film ini. Namun kabarnya McG, sang sutradara harus memangkas sekitar 40 menit durasi film sebelum akhirnya TERMINATOR SALVATION bisa disajikan sebagai sebuah tontonan.

Pemotongan ini bisa dimaksudkan sebagai 'penyesuaian' namun bisa juga dilihat sebagai pertanda ketidakpuasan sang sutradara pada hasil akhir syuting. Yang jelas pada beberapa bagian memang terlihat bahwa ritme film secara keseluruhan sepertinya tak tertata rapi. Ini diperburuk lagi dengan beberapa special effect yang berkesan cheap. Tapi secara keseluruhan dari keempat film TERMINATOR yang satu ini lebih berkesan kelam.

TERMINATOR SALVATION

Soal akting, nama Christian Bale mungkin tak perlu lagi diragukan apalagi setelah menonton akting Bale dalam THE DARK KNIGHT. Tapi ada satu fakta menarik yang terjadi pada dua film ini. Seperti juga pada THE DARK KNIGHT, Bale dalam film ini kembali kecolongan. Meski namanya dipasang paling atas namun justru Sam Worthington dan Anton Yelchin yang terlihat lebih bersinar.

(kpl/roc)